Abstrak*Industri sepakbola di Indonesia menempatkan bisnis sebagai misi utama. Monetisasi olah raga bola sepak itu, dengan komersialisasi tiket, produk jersey, intervensi pengiklan dari produk komersial, mengubah arena olah raga hiburan menjadi model hegemoni terhadap penonton. Efek industrialisai itu, klub sepakbola menjadikan penggemar sebagai pasar yang menjadi objek sasaran bisnis, dan mengesampikan peran olahraga untuk kemanusiaan. Riset tentang klub dan perusahan sepak bola PT PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), menunjukkan situasi tersebut. Klub memposisikan pendukung sebagai pelanggan,sebagai objek bisnis, yang memiliki potensi ekonomi, dan bisa mengikuti ritme komersialisasi. Maka klub sepakbola bagian dari suprastruktur yang mengendalikan pemain dan penggemar serta manuver bisnis. Terjadi resistensi atas poster hegemonik klub, yang datang dar klub alternatif, dengan misi mereka mengembalikan sepakbola sebagai tontonan dan hiburan. Namun, dominasi klub profesional sekelas Persib Bandung, dari segi kekuatan dukungan struktur perusahaan, modal finansial, jejaring produk bisnis, dan sponsor, maka perlawanan itu ibarat menegakkan benang basah. Klub alternatif yang bermaksud idealis, yaitu mengembangkan sepakbola untuk memaunusiakan penggemarnya, justru ia terpinggirkan.Kata kunci: Persib, industri, sepakbola, pendukung, pelanggan
Copyrights © 2026