Penelitian ini bertujuan membandingkan 10 desa/kampung wisata berdasarkan 8 kriteria, 23 subkriteria, dan 79 indikator desa wisata untuk mengetahui tingkat kesiapan, keunggulan, kendala, serta potensi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Objek penelitian meliputi desa wisata di wilayah Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar desa wisata telah memenuhi indikator utama, terutama pada aspek daya tarik alam dan budaya, partisipasi masyarakat, legalitas kelembagaan, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Namun, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas homestay, toilet, penerapan CHSE, kualitas sumber daya manusia, dan hambatan adat istiadat tertentu. Meskipun demikian, setiap desa wisata memiliki potensi pengembangan yang beragam, seperti ecotourism, cultural tourism, wellness tourism, edu-tourism, hingga river tourism yang dapat mendukung pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026