Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia, terutama anemia defisiensi besi, akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, serta pola makan yang kurang seimbang. Anemia dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan produktivitas. Selain faktor asupan gizi, indeks massa tubuh (IMT) dan durasi tidur diduga memiliki hubungan dengan kadar hemoglobin pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan durasi tidur terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas remaja putri berusia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, durasi tidur dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat digital Easy Touch GCHb dengan kriteria anemia jika Hb <12 g/dL sesuai standar WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho untuk menilai hubungan antarvariabel dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin p value=0,384 sedangkan p value pada durasi tidur adalah 0,49. Kesimpulannya, tidak ada hubungan signifikan antara status gizi yang diukur melalui indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin pada remaja putri, namun ada hubungan yang bermakna antara durasi tidur dan kadar hemoglobin.
Copyrights © 2026