Perkembangan sektor manufaktur Indonesia, khususnya subsektor food & beverage, menunjukkan ketidaksesuaian antara peningkatan kinerja keuangan dengan valuasi pasar perusahaan, di mana eskalasi metrik finansial tidak selalu mendorong kenaikan nilai saham. Hal ini diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya yang inkonsisten mengenai pengaruh rasio keuangan terhadap valuasi, sehingga memerlukan kajian empiris yang lebih mendalam untuk mengisi kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh CR, ROE, dan EPS terhadap nilai perusahaan yang diproksikan melalui PBV pada emiten subsektor food & beverage di BEI periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-asosiatif, menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan dengan jumlah 45 observasi, serta dianalisis melalui model regresi linear berganda untuk menguji hubungan antarvariabel. Temuan utama mengindikasikan bahwa CR dan ROE berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara EPS menunjukkan pengaruh negatif signifikan, yang mencerminkan respons pasar yang tidak seragam terhadap indikator keuangan. Implikasinya, informasi finansial berperan sebagai sinyal krusial bagi investor dalam menilai prospek perusahaan, sehingga menegaskan perlunya pengelolaan kinerja keuangan secara holistik untuk mengoptimalkan valuasi pasar dan mendukung pengambilan keputusan strategis.
Copyrights © 2026