Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan aset tidak berwujud dan efektivitas pengawasan perusahaan dalam meningkatkan performa keuangan di tengah ketatnya persaingan pasar. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Customized Value Added Intellectual Capital (CVAIC) dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel yang memoderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dan teknik purposive sampling, serta dianalisis menggunakan regresi data panel. Dalam studi in, kinerja keuangan diestimasi menggunakan ROA, intellectual capital diukur menggunakan metode CVAIC, kepemilikan institusional diukur melalui rasio saham institusi, serta ukuran perusahaan direpresentasikan oleh logaritma natural total aset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CVAIC memengaruhi kinerja keuangan secara positif dan signifikan, sementara kepemilikan institusional tidak dapat memengaruhi kinerja keuangan. Selain itu, ukuran perusahaan mampu menguatkan keterkaitan CVAIC dengan kinerja keuangan, namun tidak mampu memoderasi keterkaitan kepemilikan institusional dan kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pengelolaan pengetahuan, inovasi, kualitas sumber daya manusia, serta efisiensi organisasi menjadi faktor strategis dalam meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan manufaktur di Indonesia.
Copyrights © 2026