Temuan ini dilatarbelakangi oleh kondisi sektor teknologi yang mengalami fluktuasi kinerja signifikan pascapandemi Covid-19, ditandai dengan ketidakstabilan harga saham dan menurunnya kepercayaan investor terhadap perusahaan teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tujuan temuan ini adalah mengkaji pengaruh intensitas modal, pertumbuhan penjualan, dan penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan, serta mengkaji peran moderasi penerapan teknologi digital dalam hubungan tersebut. Temuan ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi data panel terhadap 23 perusahaan sektor teknologi selama periode 2020 hingga 2024, sehingga menghasilkan 115 unit observasi. Sampel dipilih melalui metode penyampelan bertujuan, dan pemilihan Hasil uji Chow dan uji Hausman menggambarkan bahwa Fixed Effect Model merupakan model terbaik Model dihasilkan sebagai model analisis utama dalam temuan ini. Hasil temuan menggambarkan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi secara negatif dan signifikan oleh pertumbuhan penjualan, sedangkan intensitas modal dan penghindaran pajak tidak berpengaruh signifikan. Penerapan teknologi digital terbukti bisa memoderasi hubungan antara pertumbuhan penjualan dan Namun, hubungan antara intensitas modal maupun penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan tidak bisa dimoderasi oleh profitabilitas. Temuan ini diharapkan dapat dijadikan referensi oleh manajemen, investor, dan peneliti selanjutnya dalam memahami determinan nilai perusahaan di era transformasi digital.
Copyrights © 2026