Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba dan mempertahankan keberlangsungan usaha. Namun, masih terdapat inkonsistensi hasil penelitian terkait pengaruh tata kelola perusahaan terhadap profitabilitas, khususnya pada perusahaan sektor energi yang relatif jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh independensi dewan komisaris, komite audit, dan kompensasi terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal dan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 58 perusahaan dengan total 192 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi dewan komisaris dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Secara simultan, independensi dewan komisaris, komite audit, dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Penelitian ini memberikan dampak bahwa penghematan dapat menjadi faktor yang mendorong peningkatan kinerja perusahaan, sementara efektivitas mekanisme tata kelola lainnya perlu ditingkatkan agar mampu mendukung profitabilitas perusahaan secara optimal.
Copyrights © 2026