Pembagian keuntungan dalam bentuk dividen merupakan instrumen finansial yang krusial bagi investor, namun sektor pertambangan sering kali menunjukkan tren yang fluktuatif serta tidak konsisten dengan teori keuangan arus utama. Atas dasar tersebut, Eksplanasi ilmiah ini dirancang untuk menganalisis serta mngkonfirmasi pengaruh dari aspek likuiditas, profitabilitas, serta skala ukuran perusahaan, baik secara mandiri maupun secara bersama, pada kebijakan dividen. Fokus pengamatan diarahkan pada emiten tambang yang masuk dalam jajaran indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2021 hingga 2025. Menggunakan paradigma kuantitatif dengan desain asosiatif kausal, Proses akuisisi data dalam penelitian ini mengandalkan sumber sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan tahunan perusahaan melalui metode purposive sampling, diperoleh porsi sampel sebanyak 10 entitas bisnis yang memenuhi kriteria. Estimasi parameter model dihitung diaplikasikan melalui estimasi regresi berbantuan program SPSS versi 25. Temuan pengujian parsial memperlihatkan terkait tingkat likuiditas dan profitabilitas tidak memiliki dampak nyata dalam menentukan besaran dividen, mengingat emiten sektor ini berciri padat modal sehingga lebih memprioritaskan akumulasi internal untuk biaya operasional dan eksplorasi. Di sisi lain, skala atau ukuran perusahaan memicu dampak negatif yang signifikan; kondisi ini mengindikasikan bahwa korporasi yang semakin besar justru cenderung membatasi pembayaran dividen demi mendanai ekspansi serta investasi jangka panjang. Namun secara simultan, seluruh variabel independen yang diuji terbukti memberikan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, studi ini memberikan simpulan bahwa profitabilitas yang tinggi bukan jaminan mutlak bagi distribusi laba di industri komoditas, karena kebijakan dividen proyeksi masa depan.
Copyrights © 2026