Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) pada pengolahan udang kupas mentah beku tipe Peeled Non Deveined (PND), Peeled Deveined Tail On (PDTO), dan Peeled Tail On (PTO) di dua industri menggunakan metode skala Likert. Penelitian dilakukan pada satu industri berbentuk PT di Banyuwangi (Industri 1) dan satu industri berbentuk CV di Denpasar (Industri 2). Data diperoleh melalui kuesioner tertutup kepada 40 responden yang terlibat langsung dalam proses produksi dan pengendalian mutu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Industri 1 memperoleh rata-rata skor GMP sebesar 86,7% (kategori sangat baik) dan SSOP sebesar 93,17% (kategori sangat baik), yang mengindikasikan penerapan CPPOB telah berjalan konsisten sesuai regulasi nasional. Sebaliknya, Industri 2 memperoleh rata-rata skor GMP sebesar 50,27% dan SSOP sebesar 44,5% (kategori cukup), menunjukkan masih terdapat kesenjangan pada aspek fasilitas sanitasi, pengendalian hama, kontrol kesehatan karyawan, serta dokumentasi operasional. Perbedaan capaian ini dipengaruhi oleh skala industri, komitmen manajemen, dan ketersediaan infrastruktur sanitasi. Secara keseluruhan, metode skala Likert efektif digunakan sebagai pendekatan kuantitatif untuk mengidentifikasi titik kritis penerapan sistem jaminan mutu dan sanitasi pada industri pengolahan udang beku.
Copyrights © 2026