Keputusan membuka usaha memerlukan evaluasi sistematis dan objektif dalam menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Penelitian ini mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk menilai kelayakan pembukaan Kono Coffee Semarang pada tahun 2026, sebuah kedai kopi yang berhenti beroperasi sejak 2022 akibat penurunan kinerja. Sistem dirancang menggunakan dua metode pengambilan keputusan, yaitu Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution dan Simple Additive Weighting, yang diterapkan secara terpisah. Kriteria evaluasi mencakup kualitas produk, kualitas layanan, suasana toko (ambiance), lokasi, serta harga atau nilai yang dirasakan pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif menunda pembukaan usaha memperoleh skor kelayakan tertinggi pada kedua metode, yaitu 0,8883 pada TOPSIS dan 0,9625 pada SAW. Dengan demikian, pembukaan Kono Coffee Semarang pada waktu yang direncanakan belum layak dilakukan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kuantitatif dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis, sekaligus memberikan kontribusi baru dengan menerapkan dan membandingkan dua metode pengambilan keputusan dalam evaluasi kelayakan usaha kuliner yang sempat berhenti beroperasi.
Copyrights © 2026