Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan urgensi komunikasi dalam adat Dalihan Na Tolu, menguraikan proses komunikasi yang berlangsung, serta menganalisis pola komunikasi dominan yang digunakan dalam acara pernikahan etnik Angkola di Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat yang terlibat dalam pelaksanaan pesta pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam struktur Dalihan Na Tolu menjadi unsur utama dalam keberlangsungan pesta adat. Proses komunikasi dimulai dari Suhut sebagai tuan rumah, dilanjutkan oleh Kahanggi, Anak Boru, dan Mora, kemudian direspons oleh Hatobangon, Harajaon, Alim Ulama, serta Ompui dari Bagas Godang. Pola komunikasi yang dominan digunakan adalah komunikasi verbal dan nonverbal dalam bentuk komunikasi kelompok dengan pola rantai dan pola Y yang diwarnai nilai-nilai komunikasi Islam. Pola komunikasi tersebut berperan dalam memperlancar penyampaian pesan, mempererat hubungan antar unsur Dalihan Na Tolu, serta mendukung keberhasilan pelaksanaan horja (pesta adat).
Copyrights © 2026