Indonesian Journal of Oceanography
Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography

Analisis Perubahan Kedalaman Termoklin, Suhu, dan Salinitas di Samudra Pasifik pada Studi Kasus Kejadian La Niña 2011, Normal 2013, dan El Niño 2015

Nurholis Nurholis (Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Kunarso Kunarso (Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Azis Rifai (Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Rima Putri Pertiwi (Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Eko Supriyadi (Direktorat Meteorologi Maritim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)



Article Info

Publish Date
30 May 2026

Abstract

El Niño–Southern Oscillation secara dominan mengendalikan variabilitas struktur termohalin Samudra Pasifik yang berdampak pada cuaca ekstrem dan ekosistem laut. Studi ini memanfaatkan data Marine Copernicus Global Ocean Physics Reanalysis periode 1993–2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabilitas termal laut dan mengkaji respons terhadap kedalaman termoklin, suhu, dan salinitas dari kejadian ENSO. Kajian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan algoritma pemrograman berbasis komputasi numerik. Area studi berfokus pada Samudra Pasifik ekuatorial yang merupakan pusat wilayah terjadinya ENSO. Hasil studi menunjukkan bahwa di Pasifik ekuator selama fase La Niña (2011), terjadi pendinginan dengan kedalaman termoklin berdasarkan isoterm 20°C mengalami pendangkalan mencapai 102,83 m yang menunjukkan kemiringan termoklin curam karena pengaruh dari upwelling dan penguatan angin pasat. Sebaliknya, selama fase El Niño (2015), terjadi pemanasan dan kedalaman termoklin mengalami pendalaman mencapai 110 m yang disebabkan oleh angin pasat melemah, gelombang Kelvin downwelling, dan umpan balik positif Bjerknes. Variabilitas salinitas di Pasifik timur ketika La Niña menyebabkan penurunan salinitas permukaan yang tidak terlalu signifikan dari klimatologis (34,94 PSU) menjadi 34,89 PSU akibat transportasi massa air, sedangkan ketika El Niño terjadi penurunan salinitas permukaan yang signifikan dari klimatologis (34,94 PSU) menjadi 34,83 PSU akibat peningkatan presipitasi. Hasil ini menunjukkan sistem fisik utama terjadinya redistribusi massa air selama ENSO yang krusial untuk kajian iklim dan produktivitas biologi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijoce

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Decision Sciences, Operations Research & Management Earth & Planetary Sciences Environmental Science

Description

Indonesian Journal of Oceanography is published by Department of Oceanography, Universitas Diponegoro. The Indonesian Journal of Oceanography is published four times a year in February, May, August and November containing research articles and literature review on Oceanography and Marine aspects in ...