Pemantauan debit air sungai merupakan kebutuhan krusial dalam manajemen sumber daya air, namun sensor konvensional seringkali menghadapi kendala durabilitas di lingkungan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrodinamika kincir air tipe ulir Archimedes yang difungsikan sebagai sensor debit menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan pada dua kondisi aliran yang berbeda, merepresentasikan debit tinggi (3,0848 m³/s) dan debit rendah (0,2871 m³/s). Hasil numerik menunjukkan bahwa pada debit tinggi, sensor menunjukkan performa hidrodinamika yang stabil dengan penurunan tekanan sebesar -6,225 Pa dan pola gelombang permukaan yang terstruktur, mengindikasikan sensitivitas yang handal. Sebaliknya, pada debit rendah, sensor mencapai ambang batas operasional (dead zone) di mana ketinggian muka air tidak mampu menyentuh sudu kincir, menghasilkan perubahan tekanan minimal sebesar -0,05 Pa. Temuan ini menunjukkan bahwa desain kincir Archimedes sangat efektif untuk laju aliran menengah hingga tinggi, namun memerlukan modifikasi geometri atau kedalaman pemasangan untuk sensitivitas aliran rendah. Studi ini memberikan dasar numerik bagi pengembangan sensor debit mekanik yang kokoh dan rendah pemeliharaan untuk aplikasi hidrologi.
Copyrights © 2026