Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai hadits tentang kepedulian sosial dalam memperkuat solidaritas masyarakat di tengah perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan teknologi digital. Transformasi pola interaksi sosial dari ruang fisik ke ruang virtual telah membawa dampak signifikan terhadap menurunnya kepedulian sosial, meningkatnya individualisme, serta melemahnya ikatan solidaritas dalam masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya reaktualisasi nilai-nilai keislaman, khususnya yang bersumber dari hadits Nabi, agar tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis hadits-hadits yang berkaitan dengan kepedulian sosial serta interpretasi ulama klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti empati, tolong-menolong, tanggung jawab sosial, dan solidaritas kolektif memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi dan dapat diimplementasikan dalam konteks digital melalui berbagai bentuk interaksi sosial, seperti dakwah digital, kampanye sosial, dan aktivitas filantropi daring. Namun demikian, implementasi nilai-nilai tersebut menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital, penyebaran disinformasi, serta kecenderungan interaksi yang bersifat superficial di media sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang edukatif, kontekstual, dan berbasis etika untuk mengintegrasikan nilai-nilai hadits dalam kehidupan masyarakat modern. Penelitian ini menegaskan bahwa hadits kepedulian sosial memiliki relevansi yang kuat sebagai dasar dalam membangun solidaritas sosial yang adaptif dan berkeadaban di era digital.
Copyrights © 2026