Kebocoran pipa distribusi air bersih merupakan permasalahan teknis yang sering terjadi dan berdampak langsung pada efisiensi pelayanan PDAM. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan prioritas kerusakan pipa PDAM Blora Cabang Cepu berdasarkan wilayah, ukuran pipa, dan durasi penanganan menggunakan algoritma K-Means. Data yang digunakan sebanyak 228 laporan pengaduan periode 2024-2025. Metode yang diterapkan mengikuti pendekatan Knowledge Discovery in Database (KDD) yang meliputi pengumpulan data, preprocessing, transformasi data, normalisasi Min-Max, penentuan centroid awal, perhitungan jarak Euclidean, serta iterasi hingga konvergensi. Hasil penelitian menghasilkan tiga klaster dengan karakteristik berbeda. Cluster 0 (81 kasus) dan Cluster 2 (124 kasus) dikategorikan sebagai kerusakan ringan dengan ukuran pipa rata-rata 2 inci dan durasi penanganan kurang dari 2 hari (prioritas rendah). Cluster 1 (23 kasus) merupakan kerusakan berat dengan ukuran pipa rata-rata 5,17 inci dan durasi penanganan mencapai 8,57 hari (prioritas tinggi). Ukuran pipa terbukti sebagai indikator yang lebih kuat dalam memprediksi durasi perbaikan dibandingkan wilayah. Kesimpulannya, metode K-Means efektif digunakan untuk menentukan prioritas penanganan kerusakan pipa secara objektif dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan operasional PDAM Cabang Cepu.
Copyrights © 2026