Sagu berperan secara strategis dalam upaya pengembangan keanekaragaman pangan untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah kolaka timur, karena sagu merupakan bahan baku tradisional yang tersedia secara spesifik lokasi. Kelompok Pengolah Sagu Woiha di Desa Woiha, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, menghadapi beberapa masalah utama yang menghambat peningkatan ekonomi mereka. Permasalahannya meliputi aspek produksi dan pemasaran. Dari aspek produksi, kelompok ini masih menggunakan teknologi pengolahan sagu tradisional, sederhana, dan kurang higienis untuk menghasilkan aci sagu (sagu basah). Hal ini menyebabkan produksi yang tidak optimal, kualitas yang rendah, daya saing produk yang minim, dan harga jual aci sagu yang rendah. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan teknologi serta praktik pengolahan yang higienis juga menjadi kendala. Untuk mengatasi ini, solusi yang ditawarkan adalah peningkatan keterampilan melalui pelatihan dan bimbingan teknis penerapan inovasi teknologi pengolahan dan diversifikasi produk. Sementara itu, dari aspek pemasaran, kelompok ini memiliki pengetahuan yang minim terkait strategi pemasaran produk, khususnya dalam memanfaatkan media sosial. Solusinya adalah peningkatan pengetahuan tentang manajemen dan strategi pemasaran dengan metode atau melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan bimbingan teknis pemanfaatan media sosial. Hasil dari kegiatan ini yakni dapat mentransformasi usaha pengolahan sagu tradisional menjadi lebih modern, efisien, dan berorientasi pasar, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026