Abstrak: Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya lokal yang perlu dilestarikan. Upaya ini dapat dilakukan melalui dunia pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kompetensi guru matematika dalam menerapkan pembelajaran matematika yang menggunakan pembelajaran mendalam serta berbasis budaya lokal sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop selama dua hari dan melibatkan 10 orang guru matematika di Kota Kupang. Metode yang digunakan meliputi pemberian materi konseptual, diskusi, praktek perancangan pembelajaran serta refleksi. Instrumen pengumpulan data terdiri atas tes, angket respon dan wawancara semi terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai penerapan pembelajaran mendalam berbasis budaya lokal dengan rata-rata skor pretest 71 dan rata-rata hasil posttest 82,3. Hasil angket menunjukkan respon guru berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata skor 4,56. Hal ini mengindikasikan bahwa workshop dinilai relevan, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran matematika. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa guru menjadi lebih percaya diri dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, aktif dan berorientasi pada kemampuan berpikir kritis siswa melalui integrasi budaya lokal. Meskipun demikian, guru juga mengidentifikasi keterbatasan waktu dan perlunya pendampingan lanjutan sebagai tantangan dalam implementasi. Abstract: Kupang, the capital of East Nusa Tenggara Province, boasts a rich local culture that deserves preservation. This can be achieved through education. This activity aims to improve mathematics teachers' competency in implementing mathematics learning using in-depth learning and based on local culture as an effort to improve students' critical thinking skills. The activity was carried out as a two-day workshop and involved 10 mathematics teachers in Kupang City. The methods used included providing conceptual material, discussions, learning design practices, and reflection. Data collection instruments consisted of tests, response questionnaires, and semi-structured interviews. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding of the application of in-depth learning based on local culture with an average pretest score of 71 and an average posttest result of 82.3. The questionnaire results showed that teachers' responses were in the very good category with an average score of 4.56. This indicates that the workshop was considered relevant, useful, and appropriate to the needs of mathematics learning. The interview results revealed that teachers became more confident in designing contextual, active, and critical thinking-oriented learning through the integration of local culture. However, teachers also identified time constraints and the need for further mentoring as challenges in implementation.
Copyrights © 2026