Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan pendidikan dan usia kerja masyarakat di Kabupaten Garut dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering. Data penelitian berasal dari hasil verifikasi Dinas Sosial Kabupaten Garut tahun 2024 dengan jumlah 912.419 individu berusia 15 hingga 60 tahun. Atribut utama yang digunakan meliputi usia, pendidikan terakhir, dan pekerjaan, dengan penentuan jumlah cluster optimal melalui Elbow Method K=3. Hasil analisis menunjukkan tiga cluster utama, yaitu Cluster 0 (32,4%) individu usia produktif akhir dengan pendidikan rendah dan dominasi pekerjaan informal, Cluster 1 (43,6%) individu muda dengan pendidikan menengah dan mayoritas belum bekerja, dan Cluster 2 (24,0%) individu produktif menengah dengan pendidikan menengah dan pekerjaan beragam. Validasi model menghasilkan nilai Silhouette Score sebesar 0,5855 dan Davies-Bouldin Index sebesar 0,5188, yang menunjukkan kualitas cluster cukup baik. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan faktor kunci dalam mobilitas sosial dan akses pekerjaan, serta dapat menjadi dasar kebijakan strategis untuk mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi di Kabupaten Garut.
Copyrights © 2026