Distribusi beban kerja yang tidak merata pada layanan sertifikasi kapal menjadi tantangan operasional utama instansi pelabuhan. Penelitian ini menerapkan K-Means Clustering pada 18 jenis layanan sertifikasi di KSOP Kelas I Panjang (1.506 sertifikat, Januari–Desember 2025) menggunakan empat variabel operasional: frekuensi pengajuan, waktu penyelesaian, jumlah dokumen, dan kompleksitas layanan. Metode Elbow menghasilkan K = 3 sebagai jumlah cluster optimal. Tiga kelompok terbentuk: Layanan Reguler (6 layanan, kompleksitas rendah), Layanan Kompleks (10 layanan, persyaratan teknis tinggi), dan Layanan Dominan (2 layanan yang menyumbang 62,4 persen total penerbitan). Kualitas cluster dikonfirmasi dengan Silhouette Score 0,6221 dan Davies-Bouldin Index 0,484. Temuan ini berkontribusi secara metodologis dengan mendemonstrasikan bahwa segmentasi berbasis populasi layanan menghasilkan cluster yang valid dan dapat langsung diterapkan sebagai dasar realokasi SDM, prioritas digitalisasi, dan pembentukan tim spesialis di instansi pelabuhan.
Copyrights © 2026