Fenomena Bikers Subuh menunjukkan perubahan cara masyarakat, terutama generasi muda, menghidupi praktik keagamaan di era digital. Komunitas ini menggabungkan hobi berkendara motor, ajakan shalat Subuh berjamaah, kajian keislaman, silaturahmi, dan aktivitas sosial yang dipublikasikan melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis Bikers Subuh sebagai bentuk mediatisasi agama dan praktik living religion. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikaji melalui pengamatan terhadap praktik komunitas, dokumentasi media sosial, serta telaah literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi kegiatan, tetapi ikut membentuk pola dakwah, identitas komunitas, dan partisipasi anggota. Bikers Subuh memperlihatkan agama sebagai pengalaman yang dijalani melalui tubuh, perjalanan, kebersamaan, dan ruang digital. Shalat Subuh berjamaah tidak lagi dipahami semata sebagai ritual individual, tetapi menjadi gerakan kolektif yang terhubung dengan gaya hidup, solidaritas, dan ekspresi identitas religius. Fenomena ini memperlihatkan bahwa dakwah digital mampu menghadirkan bentuk keberagamaan yang lebih partisipatif, kontekstual, dan dekat dengan budaya anak muda.
Copyrights © 2026