Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kepemimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam menghadapi disrupsi kecerdasan buatan (AI), dengan fokus pada tiga dimensi utama: etika algoritma, otonomi pemimpin, dan keadaban institusional. Perkembangan AI yang pesat telah mengubah pola pengambilan keputusan di berbagai lembaga, termasuk institusi pendidikan tinggi. Pemimpin PTS kini dihadapkan pada dilema antara efisiensi berbasis data algoritmik dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap pimpinan PTS di Indonesia, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemimpin PTS belum memiliki literasi AI yang memadai, sehingga rentan terhadap ketergantungan algoritmik yang berpotensi menggerus otonomi kepemimpinan. Penelitian ini menghasilkan Model Kepemimpinan Berkeadaban (MKB) sebagai kerangka integratif yang memadukan kompetensi teknis AI, nilai etika kepemimpinan, dan kearifan institusional. Model ini diharapkan menjadi panduan bagi pimpinan PTS dalam mengelola transformasi digital secara bertanggung jawab, humanis, dan berdaya saing.
Copyrights © 2026