Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang dipengaruhi faktor genetik dan pola konsumsi makanan, terutama asupan sayur dan natrium. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor genetik, asupan sayur, dan natrium terhadap tingkat hipertensi di wilayah Puskesmas Wringin. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 107 penderita hipertensi yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner karakteristik responden dan SQ-FFQ. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki riwayat genetik hipertensi (88,8%), asupan sayur kurang (92,5%), dan asupan natrium berlebih (80,4%). Sebagian besar responden berada pada hipertensi tingkat 1 (54,2%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor genetik (p=0,125) dan asupan sayur (p=0,624) dengan tingkat hipertensi. Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara asupan natrium dan tingkat hipertensi (p=0,024), di mana asupan natrium berlebih meningkatkan risiko hipertensi yang lebih berat. Tingginya konsumsi natrium berkaitan dengan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam seperti ikan asin, ikan pindang, bakso, serta teknik pengolahan makanan menggunakan rendaman air garam dan memarinasi dengan bumbu instan. Kesimpulan pada penelitian adanya hubungan antara asupan natrium dengan peningkatan keparahan hipertensi pada penderita hipertensi, sedangkan faktor genetik dan asupan sayur tidak menunjukkan hubungan signifikan.Oleh karena itu, pembatasan komsumsi natrium perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian hipertensi.
Copyrights © 2026