Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anomali volatilitas harga saham pada emiten unggulan, di mana rata-rata harga saham indeks IDX30 terkoreksi tajam sebesar 14,94% periode 2022–2024 meskipun kinerja rata-rata laba bersih internalnya tumbuh solid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh EPS, ROE, dan Price PER terhadap Harga Saham. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, menghasilkan sampel sebanyak 19 perusahaan dengan total 57 unit observasi data panel. Perangkat lunak EViews 13 digunakan sebagai alat analisis melalui pendekatan Fixed Effect Model (FEM) dengan pengujian asumsi klasik yang difokuskan pada uji multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, EPS dan PER berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham, yang menegaskan kredibilitas Teori Sinyal (Signalling Theory) dan Teori Pasar Efisien (Efficient Market Hypothesis bentuk setengah kuat), di mana pasar merespons informasi publik secara rasional dalam melakukan valuasi saham blue-chip. Sebaliknya, ROE berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham akibat terjadinya desensitisasi investor terhadap persentase profitabilitas internal di atas kertas. Implikasi penelitian ini menyarankan investor untuk memprioritaskan indikator keuntungan riil dan rasio valuasi pasar (EPS dan PER) dalam pengambilan keputusan investasi ekuitas likuid.
Copyrights © 2026