Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi media sosial, kualitas pelayanan, dan fasilitas terhadap minat berkunjung wisatawan di Green Hill Bali. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena fluktuasi kunjungan wisatawan pada destinasi agrowisata berbasis masyarakat yang baru diresmikan, di mana total pengunjung periode Januari–November 2025 tercatat 1.625 orang dengan kunjungan terendah pada bulan September–Oktober (50 orang). Kondisi ini mengindikasikan bahwa promosi digital yang belum optimal, kualitas pelayanan yang perlu ditingkatkan, dan fasilitas yang masih terbatas menjadi faktor penghambat pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) promosi media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan (t = 12,132; sig. = 0,000); (2) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan (t = 6,575; sig. = 0,000); (3) fasilitas berpengaruh positif dan signifikan (t = 7,947; sig. = 0,000); dan (4) secara simultan ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan (F = 78,032; sig. = 0,000) dengan R² = 0,866. Variabel fasilitas memiliki koefisien regresi terbesar (0,694), menjadikannya faktor paling dominan. Pengelola Green Hill Bali disarankan untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan akses, penambahan area istirahat dan toilet, serta mengintensifkan promosi konten visual di platform Instagram dan TikTok secara konsisten.
Copyrights © 2026