Keragaman mazhab tafsir menunjukkan bahwa pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak pernah tunggal, karena selalu dipengaruhi sumber penafsiran, kapasitas mufassir, dan realitas sosial zamannya. Kajian terdahulu cenderung menempatkan mazhab tafsir sebagai klasifikasi corak, sehingga hubungan antara sumber, subjektivitas, dan konteks sosio-historis belum dibaca secara terpadu. Rumusan masalah diarahkan pada bagaimana ketiga unsur tersebut membentuk mazhab tafsir, sedangkan tujuannya ialah menganalisis konstruksi epistemologis mazhab tafsir secara konkret. Data diolah melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur tafsir klasik dan kontemporer, mereduksi tema, mengelompokkan sumber penafsiran, lalu menafsirkan hubungan antarkonsep secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menemukan tiga unsur utama pembentuk mazhab tafsir, yaitu perluasan sumber dari riwayat menuju rasio dan ilmu sosial, pengaruh latar belakang mufassir, serta pergeseran dari tafsir tekstual menuju kontekstual. Dengan demikian, perbedaan mazhab tafsir merupakan dinamika keilmuan yang memperkaya pemahaman Al-Qur’an dan memperkuat sikap kritis serta moderat dalam studi tafsir masa kini yang tetap berpijak pada otoritas wahyu dan kebutuhan umat kontemporer
Copyrights © 2026