Adaptasi bangunan kolonial menjadi ruang komersial, seperti Kedai Seni Djakarte, merupakan upaya pembentukan fasilitas pendukung yang dapat menjaga keberlangsungan kawasan Kotatua Jakarta. Penyesuaian sering kali menciptakan permasalahan antara kebutuhan saat ini dan keinginan untuk mempertahankan otentisitas. Hal ini mendorong dilakukannya kajian terhadap adaptasi yang dilakukan Kedai Seni Djakarte dalam melakukan pengaturan pada bagian interior ruangan tanpa menghilangkan identitas eksisting bangunan kolonial. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan melalui (1) studi literatur; (2) observasi langsung; (3) analisis visual terhadap gaya desain interior. Adapun cara yang dilakukan yaitu (1) mendeskripsikan elemen interior (ceiling, dinding, dan lantai), furniture, serta dekorasi yang terdapat pada interior ruang Kedai Seni Djakarte; dan (2) melihat perbandingan visual antara setiap elemen dengan acuan bentukan yang terdapat pada suatu linimasa (timeline) desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya desain interior yang digunakan Kedai Seni Djakarte pada bangunan kolonial. Adaptasi terhadap elemen pembentuk ruang dilakukan dengan cara melakukan percampuran berbagai gaya desain tempo dulu. Penerapan gaya desain eklektik pada interior Kedai Seni Djakarte telah menghasilkan suasana ruang atau atmosfer tempo dulu yang selaras dengan kondisi eksisting bangunan kolonial, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan dan eksistensinya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan gaya desain eklektik dapat digunakan sebagai model adaptasi interior yang dilakukan pada bangunan kolonial. Kata Kunci: Adaptasi, Eklektik ,Gaya Desain, Interior, Kedai Seni Djakarte.
Copyrights © 2026