Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal antara petugas Lapas dan warga binaan dalam proses assessment pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petugas asesor dan warga binaan yang telah mengikuti assessment. Analisis penelitian menggunakan Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor yang menjelaskan perkembangan hubungan interpersonal melalui tahap orientasi, pertukaran eksploratif afektif, pertukaran afektif, dan pertukaran stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara petugas dan warga binaan berkembang secara bertahap dari komunikasi formal menuju hubungan yang lebih terbuka dan saling percaya. Pada tahap awal, warga binaan cenderung merasa takut, gugup, dan tertutup. Namun, melalui pendekatan komunikasi yang humanis, empatik, dan persuasif, warga binaan mulai merasa nyaman untuk menyampaikan pengalaman, masalah pribadi, serta kebutuhan pembinaan mereka. Pada tahap yang lebih stabil, komunikasi berlangsung lebih santai, terbuka, dan dua arah sehingga membantu petugas memahami kondisi warga binaan secara lebih mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan assessment dan proses pembinaan warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda.
Copyrights © 2026