Proyek konstruksi sering menghadapi kendala yang disebabkan oleh aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah atau dikenal sebagai pemborosan (waste). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pemborosan, penyebabnya hingga merumuskan solusi pada proyek Rumah Sakit Umum Mulia Medika Ramadhan Tegal dan DP Mall Expansion Semarang. Identifikasi waste pada kedua proyek konstruksi gedung ini menggunakan metode Borda dan metode Root Cause Analysis. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan dokumen proyek. Dari identifikasi waste, didapatkan bahwa pada proyek Rumah Sakit Mulia Medika Ramadhan Tegal waste yang paling dominan adalah overprocessing 200 poin, waiting 165 poin dan motion 163 poin. Sedangkan pada proyek DP Mall Expansion Semarang waste paling dominan adalah waiting 226 poin, defect 215 poin dan overprocessing 192 poin. Serta didapatkan beberapa solusi yaitu, memberikan arahan SOP sebelum bekerja, meningkatkan pengawasan, mengatur jadwal dan tata letak material dengan baik, serta mendorong keterlibatan semua pihak. Penelitian ini diharapkan dapat membantu proyek sejenis dalam mengenali pola pemborosan dan menentukan langkah perbaikan secara lebih tepat dan efisien.
Copyrights © 2026