Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah penyangga ibu kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan hunian terus meningkat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah Kota Bekasi melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa menyediakan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebagai salah satu solusi penyediaan hunian vertikal yang layak dan terjangkau. Namun dalam pengelolaannya, Rusunawa Bekasi Timur masih menghadapi permasalahan operasional, yaitu terjadinya ketidakseimbangan antara biaya operasional dengan pendapatan yang diperoleh dari tarif sewa hunian. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keberlanjutan pengelolaan dan pemeliharaan bangunan apabila tidak diimbangi dengan strategi peningkatan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial pemanfaatan lahan kawasan Rusunawa Bekasi Timur sebagai upaya meningkatkan pendapatan pengelolaan tanpa membebani penghuni melalui kenaikan tarif sewa. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Net Present Value (NPV) dan Payback Period (PP). Data diperoleh melalui survei lapangan, dokumen pengelolaan Rusunawa, laporan pendapatan dan pengeluaran tahun 2018–2025, serta perencanaan pemanfaatan lahan produktif berupa pembangunan gedung bulutangkis, penyewaan lahan tenant Alfamart, dan penyediaan kios UMKM.
Copyrights © 2026