Penelitian ini membahas strategi diplomasi ekonomi Pemerintah Indonesia dalam mendukung kebijakan hilirisasi nikel pada periode 2024–2026. Diplomasi ekonomi Indonesia mengalami perubahan dari pendekatan pasif menuju pendekatan yang lebih ofensif dan terintegrasi melalui konsep “Indonesia Incorporated” yang melibatkan sinergi antara pemerintah, BUMN, Danantara, Indonesia Investment Authority (INA), dan pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap berbagai kebijakan, perjanjian internasional, serta data perdagangan dan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia dilakukan melalui diversifikasi pasar ekspor, percepatan perjanjian perdagangan internasional, penyelesaian sengketa dagang, serta penguatan kerja sama investasi strategis dengan berbagai negara. Dalam studi kasus hilirisasi nikel, kebijakan larangan ekspor bijih nikel berhasil meningkatkan nilai tambah ekspor dan mendorong pertumbuhan investasi smelter serta industri baterai kendaraan listrik. Kerja sama dengan Tiongkok berperan penting dalam pembangunan industri pengolahan nikel dan transfer teknologi, meskipun penguasaan teknologi manufaktur lanjutan masih menjadi tantangan. Diplomasi ekonomi juga berkontribusi dalam menarik investor asing melalui pemberian insentif, kepastian regulasi, dan penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara mitra strategis.
Copyrights © 2026