. Penelitian ini mengkaji strategi membangun jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa sebagai upaya menciptakan entrepreneur muda yang inovatif dan bertanggung jawab sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi literatur yang relevan—termasuk artikel, jurnal, dan prosiding—yang membahas kewirausahaan di era digital serta pendekatan pendidikan kritis. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mensintesis temuan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan rekomendasi praktik dan penelitian lanjutan. Hasil kajian menunjukkan beberapa temuan utama. Pertama, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi wirausahawan karena lingkungan kampus yang dinamis, akses sumber daya intelektual, dan peluang usaha mikro yang mudah diakses. Kedua, kemajuan teknologi digital (media sosial, marketplace, layanan keuangan digital) membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk memulai usaha dengan modal relatif kecil namun jangkauan pasar luas, sekaligus menuntut keterampilan digital dan pemasaran yang memadai. Ketiga, pengalaman praktik langsung melalui pelatihan, magang, inkubator, dan proyek berbasis komunitas terbukti meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan manajerial, dan kesiapan menghadapi risiko bisnis. Keempat, kendala utama yang ditemui meliputi keterbatasan modal, minimnya pengalaman praktis, waktu yang terbagi antara studi dan usaha, budaya akademik yang berfokus pada nilai/ijazah, serta kurangnya bimbingan dan akses pendanaan. Selain itu, aspek internal seperti motivasi, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko menjadi determinan penting keberhasilan wirausaha mahasiswa.
Copyrights © 2026