Transformasi instansi keamanan di era digital menuntut modernisasi sistem rekrutmen aparatur negara, sebuah fenomena yang menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat transparansi dan objektivitas penyaringan personel. Kajian tersebut bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem seleksi terpadu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, mengevaluasi mekanisme pengawasan, serta mengkaji strategi pemetaan talenta pasca-kelulusan. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah pendekatan campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dari metrik kelulusan serta survei kepercayaan dengan evaluasi kualitatif melalui observasi infrastruktur. Kerangka teoretis yang digunakan berakar pada teori Manajemen Sumber Daya Manusia sektor publik dan prinsip meritokrasi. Pengumpulan data melibatkan telaah dokumen DIPA Mabes Polri, hasil validasi Puslitbang Polri, dan kuesioner persepsi publik. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dan reduksi temuan empiris. Hasil penelitian memaparkan bahwa penerapan seleksi berbasis teknologi menghasilkan tingkat akurasi live score seratus persen dan tingkat kepuasan publik mencapai 83,7%, meskipun terdapat residu kendala teknis di wilayah perbatasan. Kesimpulannya, sistem seleksi berprinsip BETAH secara substansial berhasil menyaring kualitas sumber daya manusia yang adaptif, transparan, dan presisi, mengonfirmasi keberhasilan digitalisasi rekrutmen dalam tubuh kepolisian.
Copyrights © 2026