Kehadiran sektor pertanian merupakan salah satu jawaban dari paradoks Indonesia negara kaya namun faktanya rakyat menghadapi kehidupan yang sulit. Keterlibatan generasi muda menjadi kunci untuk menciptakan kesempatan dan lapangan kerja di tengah badai kesulitan ekonomi. Lantas, bagaimana generasi muda memandang kesempatan tersebut? Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi demografi, keterbatasan lahan, dan ketersediaan permodalan terhadap persepsi generasi muda untuk menjadi petani di Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Lokasi penelitian berada di Banyuwangi di mana terdapat program YESS (Youth Enterpreneurship and Employment Services) yang menyasar generasi muda untuk menjadi petani. Populasi penelitian berjumlah 8.501 orang dengan sampel 383 berusia 18-39 tahun berdasarkan perhitungan rumus Slovin (e:5%). Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari wawancara menggunakan kuesioner dan observasi pada responden serta diperkuat dengan adanya data sekunder. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel penelitian berpengaruh signifikan terhadap persepsi generasi muda secara simultan dengan sig. 0,000. Sedangkan secara parsial, terdapat variabel kondisi demografi dan ketersediaan permodalan yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi generasi muda. Kehadiran penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi pelaku kebijakan sebelum melakukan intervensi agar mengenali pandangan dan nilai yang dipercaya generasi muda untuk menjadi petani.
Copyrights © 2026