ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada tingkat komunitas dengan kepadatan penduduk tinggi dan tingkat pengetahuan kesehatan yang masih terbatas. Upaya pencegahan penularan TBC memerlukan pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan gejala serta cara penularannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala TBC dan langkah-langkah pencegahan penularannya di RW 03 RT 01 Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pembagian media informasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif dan keluarga yang berjumlah 45 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Materi yang disampaikan meliputi tanda dan gejala TBC, cara penularan, pentingnya deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, dimana rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56,4% pada pre-test menjadi 85,7% pada post-test. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif masyarakat dalam upaya pencegahan, seperti penggunaan masker saat batuk, peningkatan ventilasi rumah, serta kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait TBC. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam menekan angka penularan TBC di tingkat lokal. Diperlukan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mencapai eliminasi TBC secara optimal. Kata Kunci: Tuberkulosis, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Penularan, Deteksi Dini, Pemberdayaan Masyarakat. ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, particularly at the community level where population density and limited health literacy contribute to ongoing transmission. Community-based preventive efforts focusing on early symptom recognition and transmission control are essential to reduce TB incidence. This study aimed to improve community knowledge and awareness regarding TB symptoms and prevention strategies in RW 03 RT 01, Cileles Village, Jatinangor Subdistrict, Sumedang Regency. A community-based health education intervention was conducted involving 45 participants from productive age groups and households. The intervention included health counseling sessions, interactive discussions, and distribution of educational leaflets. Knowledge assessment was performed using a pre-test and post-test design. Educational materials covered TB signs and symptoms, modes of transmission, early detection, treatment adherence, and clean and healthy lifestyle practices.The findings demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge, with the mean score increasing from 56.4% (pre-test) to 85.7% (post-test). Additionally, positive behavioral changes were observed, including increased use of masks when coughing, improved household ventilation, and greater willingness to seek medical examination at healthcare facilities. Community-based health education is effective in enhancing knowledge and awareness regarding TB prevention and control. This approach can serve as a sustainable strategy to reduce TB transmission at the local level. Strengthening cross-sector collaboration and active community participation is crucial to achieving TB elimination goals. Keywords: Tuberculosis, Health Education, Disease Prevention, Early Detection, Community Empowerment.
Copyrights © 2026