Masalah gizi dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kota Makassar menunjukkan tingginya angka kejadian overweight dan obesitas pada masyarakat usia produktif, sehingga diperlukan intervensi promotif-preventif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan perilaku hidup sehat masyarakat melalui edukasi gizi seimbang dan latihan fisik terstruktur. Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain pre-post test dengan pendekatan edukasi partisipatif pada 40 peserta yang dipilih secara purposive. Intervensi terdiri atas penyuluhan gizi seimbang, demonstrasi penyusunan menu sehat, serta sesi latihan fisik terstruktur selama empat minggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan gizi seimbang (52,3 ± 11,4 menjadi 78,6 ± 9,2; p=0,001), aktivitas fisik (48,7 ± 13,2 menjadi 74,1 ± 10,8; p=0,001), dan perilaku hidup sehat (55,0 ± 10,9 menjadi 79,5 ± 8,4; p=0,002). Program edukasi terpadu yang melibatkan bidang promosi kesehatan, gizi, dan ilmu keolahragaan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat masyarakat. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pencegahan PTM di masyarakat urban.
Copyrights © 2026