Penelitian ini mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek pembangunan Masjid Eco 2 Daarut Tauhiid Bandung, dengan tujuan mengurangi risiko kecelakaan di sektor konstruksi. Metode yang digunakan adalah pendekatan mixed method. Secara kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner Likert terhadap 45 pekerja. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan pengetahuan pekerja mengenai K3 belum optimal, meskipun sebagian besar telah memahami dasar-dasar K3. Pelatihan intensif dan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap prosedur keselamatan. Implementasi K3 di proyek ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan peralatan yang memadai dan kurangnya pemahaman yang mendalam terkait prosedur K3. Hambatan ini menjadi kendala utama dalam mencapai standar keselamatan yang diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan adanya peningkatan berkelanjutan melalui pelatihan rutin, penyediaan peralatan yang sesuai standar, dan penerapan teknologi keselamatan yang lebih modern. Diharapkan langkah ini dapat membantu mencapai target “zero accident,” mengurangi risiko kecelakaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien. Evaluasi juga dibandingkan dengan indikator Prinsip Dasar Sistem Manajemen K3 yang menurut Pasal 3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/MEN/1996 sebagai acuan. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan penerapan SMK3 di proyek konstruksi serupa, khususnya untuk fasilitas publik seperti masjid. Studi ini merekomendasikan peningkatan pelatihan K3 dan pengadaan alat pelindung diri yang memadai. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan implementasi SMK3 pada proyek konstruksi skala menengah.
Copyrights © 2026