Daun kayu jawa (Lannea coromandelica) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kayu jawa pada konsentrasi 5% b/v, 10% b/v, dan 15% b/v dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen sebesar 11,47%, dan uji skrining fitokimia mengonfirmasi adanya alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Uji daya hambat dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak (5%, 10%, dan 15% b/v), dengan nistatin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil analisis statistik menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% b/v masing-masing sebesar 11,30 mm, 12,82 mm, dan 14,09 mm yang termasuk dalam kategori kuat dan efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Namun, daya hambat tersebut masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif nistatin dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 17,19 mm.
Copyrights © 2026