Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana Generasi Z di Kota Pekanbaru mempersepsikan persaingan antara tiga merek bioskop Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis berdasarkan dimensi jasa yang mereka anggap penting. Penelitian ini ditulis untuk memberikan pemahaman mengenai posisi masing-masing merek di benak konsumen serta membantu industri melihat faktor apa yang paling memengaruhi preferensi penonton muda. Desain/metodologi/pendekatan – Tujuan penelitian dicapai melalui pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan survei kuesioner yang diberikan kepada 100 responden Generasi Z berusia 20–24 tahun di Kota Pekanbaru. Analisis utama yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS) untuk memetakan persepsi konsumen terhadap tiga merek bioskop, yaitu Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis. Penelitian ini berada dalam ruang lingkup teori perilaku konsumen dan dimensi jasa sebagai dasar penilaian dalam pemilihan merek. Temuan – Studi ini menemukan bahwa setiap merek bioskop memiliki posisi yang berbeda dalam persepsi Generasi Z di Pekanbaru. Cinema XXI dianggap unggul dalam hal ruang dan makanan dan minuman; CGV dinilai terbaik dalam hal staf; sementara Cinépolis unggul dalam hal harga dan merupakan merek yang paling dekat dengan dimensi fasilitas. Hasil analisis MDS menunjukkan bahwa tidak ada satu merek pun yang mendominasi semua dimensi, sehingga preferensi konsumen terbagi sesuai dengan kekuatan masing-masing merek. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada tiga merek bioskop (Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis) serta hanya berfokus pada Generasi Z di Kota Pekanbaru sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke kelompok usia atau wilayah lain. Penelitian juga hanya menggunakan beberapa dimensi jasa tertentu sehingga variabel lain yang mungkin memengaruhi persepsi konsumen belum dianalisis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah dan variasi objek penelitian, memperluas cakupan responden, serta memasukkan variabel tambahan agar pemetaan persepsi konsumen menjadi lebih komprehensif. Implikasi – Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai posisi setiap merek bioskop di benak Generasi Z, sehingga dapat digunakan sebagai dasar bagi perusahaan untuk memperbaiki kualitas jasa pada dimensi yang dianggap kurang unggul. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan analisis Multidimensional Scaling (MDS) untuk memetakan persepsi persaingan tiga merek bioskop di kalangan Generasi Z secara spesifik di Kota Pekanbaru. Fokus pada kelompok usia tertentu dan konteks geografis lokal ini masih jarang dilakukan dalam penelitian sebelumnya, sehingga memberikan perspektif baru mengenai bagaimana konsumen muda memersepsikan kualitas jasa dan posisi masing-masing merek dalam industri hiburan lokal.
Copyrights © 2026