BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina

Karakteristik Pasang Surut Perairan Bali dan Lombok

Bachtiar W. Mutaqin (Coastal and Watershed Research Group, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Guangxi Key Laboratory of Hidden Metallic Ore Deposits Exploration, College of Earth Sciences, Guilin University of Technology)
Arum Puspitorukmi (Coastal and Watershed Research Group, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2026

Abstract

Wilayah kepesisiran  Bali dan Lombok merepresentasikan interaksi antara potensi ekonomi berbasis kelautan, seperti pariwisata dan perikanan, dengan tingginya eksposur terhadap risiko bencana. Salah satu parameter hidro-oseanografi yang sangat penting dalam dinamika kepesisiran dan dapat memengaruhi kondisi lingkungan kepesisiran adalah pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pasang surut di perairan Bali dan Lombok, mulai 19 Januari 2024 hingga 16 Februari 2024. Data pasang surut dikumpulkan dari tiga stasiun pasang surut di Pulau Bali (Celukan Bawang, Jembrana, dan Benoa) dan empat stasiun pasang surut di Pulau Lombok (Pemenang, Lembar, Teluk Awang, dan Tanjung Luar) dengan interval pengukuran setiap satu jam. Data tersebut mencakup satu siklus sinodik bulan penuh untuk memastikan keterwakilan fenomena pasang surut purnama dan perbani. Data dari masing-masing stasiun tersebut kemudian diproses menggunakan metode Admiralty dengan penyelarasan datum vertikal pada Mean Sea Level untuk menghitung nilai elevasi penting muka air laut, amplitudo konstanta harmonik pasang surut, nilai Formzahl, dan julat pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di perairan Bali dan Lombok Timur adalah tipe campuran condong harian ganda (F = 0,31–1,23), sedangkan di Lombok Barat adalah tipe campuran condong harian tunggal (F = 1,51–2,19). Perairan Bali dan Lombok termasuk dalam kategori pasang surut meso dengan rentang pasang surut antara 247,1–374,0 cm. Secara teoretis, karakter meso-tidal ini mengindikasikan potensi pantai reflektif saat pasang (high-tide reflective) dan pantai intermediate-disipatif ketika surut (low-tide intermediate-dissipative). Hasil penelitian ini memberikan basis data penting bagi penentuan jendela operasional nelayan, akurasi desain rekayasa pelabuhan untuk mitigasi banjir pasang, serta penjaminan keselamatan navigasi pada alur pelayaran dengan kedalaman terbatas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

buloma

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan ...