Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan substrat buatan dalam meningkatkan jumlah telur cumi yang menempel dan menganalisis tingkat kelulushidupan juvenil cumi. Penelitian dilaksanakan dari bulan September hingga Desember 2025 dengan lokasi pengambilan telur cumi di perairan Pantai Tuing dan penetasannya dilakukan di akuarium di Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan yaitu dengan rancangan percobaan analysis of variance pada 4 substrat yang berbeda yaitu (P0) substrat alami, (P1) atraktor cumi dengan pipa paralon 1”, (P2) atraktor cumi dengan besi cor 6 mm, (P3) tali tambang dan jaring bekas. Hasil menunjukkan bahwa preferensi substrat yang berbeda mempengaruhi jumlah penempelan telur cumi dan survival rate dari juvenil cumi. Tali tambang dan jaring bekas (TTJ = P3) sebagai substrat yang paling optimal dan berbeda sangat nyata (BSN) dibanding substrat lainnya, ditandai dengan banyaknya jumlah gerombol telur cumi pada seluruh periode pengamatan. Karakteristik TTJ yang berserat, berongga, dan fleksibel tampaknya meningkatkan ketertarikan induk cumi untuk bertelur yang mirip dengan habitat alami. Tingkat kelulushidupan juvenil (survival rate) cumi di akuarium dengan rata-rata 39% yang menetas secara bertahap. Keberhasilan penetasan sangat dipengaruhi oleh kondisi telur saat dikumpulkan dari alam. Parameter kualitas air berada dalam kisaran layak bagi perkembangan embrio kecuali kecepatan arus air yang lemah menjadi faktor pembatas sehingga manajemen kualitas air harus diperhatikan. Substrat buatan dan tingkat kelulushidupan juvenil memberikan dasar penting untuk merancang strategi konservasi cumi melalui restocking dan perlindungan habitat.
Copyrights © 2026