WPPNRI 711 sebagai bagian dari Benua Maritim Indonesia memiliki interaksi antara laut dan atmosfer yang kompleks dan berperan penting dalam proses konveksi di perairan tropis. Penelitian ini mengkaji hubungan antara Suhu Permukaan Laut (SPL), Convective Available Potential Energy (CAPE), dan curah hujan dengan menggunakan data reanalysis ERA5 selama periode tahun 2004 hingga 2023. Metode yang digunakan diawali dengan merata-ratakan bulanan setiap parameter di wilayah kajian, yang selanjutnya dilakukan proses korelasi Pearson, uji signifikansi dengan ukuran sampel efektif, korelasi parsial terhadap indeks Niño 3.4, serta analisis lag korelasi setiap parameternya. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat antara SPL dan CAPE (r = 0,71) pada lag 0 bulan, yang menunjukkan bahwa respons konvektif terjadi bersamaan dengan meningkatnya energi laten permukaan laut. Setelah mempertimbangkan pengaruh ENSO, hubungan tersebut masih berkorelasi positif (r = 0,28; p < 0,001). Sebaliknya, hubungan antara CAPE dan curah hujan tidak terlalu kuat karena nilai koefisien korelasi yang lemah (r = -0,36) dan koefisien determinasi (r2 = 0,12), dengan korelasi tertinggi terjadi pada lag +6 bulan, menunjukkan adanya respons yang tertunda yang dipengaruhi oleh variasi musiman dan perubahan dinamika atmosfer. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun SPL adalah sumber utama energi konvektif, pembentukan hujan di WPPNRI 711 yang merupakan lautan tropis dipengaruhi oleh faktor lokal dan global.
Copyrights © 2026