Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi pada perempuan. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Kabupaten Blitar tercatat sebesar 8,41% pada tahun 2023, lebih rendah dibandingkan angka nasional tahun 2020 sebesar 48,9%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi buah naga merah (Hylocereus costaricensis) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Ponggok Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester I–III dengan sampel sebanyak 38 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch GCHb. Analisis data bivariat menggunakan uji Paired Sample T-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin 10–10,9 g/dl (71%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 12–12,9 g/dl (65,7%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (α < 0,05) dengan selisih rerata kadar hemoglobin sebesar 2,15 g/dl. Disimpulkan bahwa konsumsi buah naga merah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia. Oleh karena itu, intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendukung dalam penanganan anemia pada ibu hamil. Kata Kunci: Anemia, Buah Naga merah, Hemoglobin, Ibu Hamil, Intervensi Nutrisi
Copyrights © 2026