Reka Bentuk ini mengeksplorasi integrasi material kayu dalam furnitur eksterior sebagai respons terhadap desain kursi teras konvensional yang sering kali memisahkan antara aspek estetika alami dan ketahanan material buatan. State of art dari Reka Bentuk ini terletak pada upaya menggabungkan dari struktur kayu solid dengan sifat fleksibel serat sintetis untuk menciptakan produk dengan kekuatan konstruksi yang optimal. Tantangan utama yang diangkat adalah bagaimana teknik mengkolaborasikan dua material dengan sifat mekanis yang kontradiktif ini dapat menghasilkan produk yang kokoh namun tetap menonjolkan estetika Contemporary Tropical. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan prototipe kursi teras yang mampu menyeimbangkan nilai estetika material alam dengan material polimer. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode perancangan berbasis eksperimen material dan pendekatan desain antropometri, yang meliputi tahap pengumpulan data, analisis teknis sambungan, hingga uji coba purwarupa. Hasil Reka Bentuk menunjukkan bahwa penggunaan sistem frame kayu dengan modul celah khusus untuk penguncian anyaman sintetis berhasil menciptakan konstruksi yang stabil dan meningkatkan rasa nyaman dan ergonomis. Kesimpulannya, harmonisasi ini tidak hanya menjawab persoalan durabilitas iklim tropis, tetapi juga menciptakan identitas visual yang modern bagi hunian urban. Sebagai rekomendasi, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada eksplorasi variasi pola anyaman yang lebih kompleks untuk menguji batas elastisitas serat sintetis terhadap beban statis pengguna dalam jangka waktu lama dan berkelanjutan
Copyrights © 2026