Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar, inflasi, impor, foreign direct investment (FDI), dan populasi terhadap ekspor negara-negara yang meliputi delapan negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei, Kamboja, Singapura, Thailand, dan Vietnam selama periode 2016–2023. Data yang digunakan merupakan data panel yang dikumpulkan dari sumber resmi World Bank dan ASEAN Statistical Year Book (ASYB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) setelah melalui serangkaian uji model seperti Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier (LM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar dan impor berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor, sementara inflasi dan populasi berpengaruh negatif dan signifikan. FDI memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ekspor di delapan negara ASEAN. Secara simultan, seluruh variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap ekspor. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi makro dan keterbukaan perdagangan tetap menjadi faktor penting dalam menunjang ekspor, meskipun investasi asing langsung belum menunjukkan dampak yang signifikan secara statistik dalam periode yang dianalisis.
Copyrights © 2026