Sektor logistik dan transportasi di Indonesia bertumbuh secara signifikan hingga berkontribusi terhadap PDB sebesar 6,58% (2022), 8,75% (2023), dan 9,56% (2024), yang mendorong perusahaan untuk menjaga kinerja keuangan melalui berbagai strategi, termasuk manajemen laba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 10 perusahaan (30 observasi). Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai metode utama, dilengkapi dengan uji hipotesis. Manajemen laba diukur menggunakan discretionary accruals berdasarkan Modified Jones Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba (sig. = 0,003), konsisten dengan prediksi teori keagenan bahwa manajer di perusahaan dengan profitabilitas tinggi terdorong menjaga stabilitas laba. Sebaliknya, ukuran perusahaan berpengaruh positif namun tidak signifikan (sig. = 0,707), dan leverage berpengaruh positif namun tidak signifikan (sig. = 0,147). Temuan ini mengimplikasikan perlunya peningkatan pengawasan terhadap praktik pelaporan keuangan, khususnya pada perusahaan logistik berkapitalisasi besar dan profitabel.
Copyrights © 2026