Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konsumsi tanda dalam budaya kopi keliling membentuk identitas kaum muda di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas pelanggan kopi keliling, pemilik atau pekerja kopi keliling, serta kaum muda yang aktif menggunakan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta diinterpretasikan melalui konsep nilai tanda, simulakra, dan hiperrealitas Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi di kalangan kaum muda mengalami pergeseran dari nilai guna menuju nilai tanda. Kopi tidak lagi dikonsumsi semata karena manfaat fungsionalnya, tetapi juga karena simbol yang merepresentasikan produktivitas, kreativitas, modernitas, dan gaya hidup tertentu. Kopi keliling selanjutnya berfungsi sebagai simulakra yang memproduksi citra mengenai gaya hidup urban melalui berbagai elemen visual yang menarik bagi kaum muda. Media sosial memperkuat proses tersebut dengan mereproduksi citra dan representasi yang kemudian diterima sebagai realitas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya kopi keliling telah menjadi arena konsumsi simbolik yang berperan dalam pembentukan identitas kaum muda di Kabupaten Jember.
Copyrights © 2026