Rendahnya peran dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan perempuan pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia dipengaruhi oleh kuatnya paradigma patriarki yang membatasi peran perempuan hanya pada ranah domestik. Kondisi tersebut menyebabkan pendidikan perempuan belum dipandang sebagai kebutuhan penting dalam pembangunan masyarakat dan peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi persuasif yang digunakan Rahmah El-Yunusiyyah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan analisis dilakukan menggunakan teori strategi komunikasi persuasif Melvin L. DeFleur dan Sandra J. Ball-Rokeach yang mencakup strategi psikodinamika, sosiokultural, dan konstruksi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahmah El-Yunusiyyah menerapkan pendekatan emosional melalui keteladanan dan aksi kemanusiaan, memanfaatkan nilai-nilai agama dan budaya yang ada dalam masyarakat, serta membangun konstruksi makna baru mengenai pentingnya pendidikan dan peran perempuan dalam kehidupan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi persuasif tidak hanya bergantung pada penyampaian pesan, tetapi juga pada kemampuan mengintegrasikan nilai, norma, dan praktik nyata dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi dan menjadi rujukan dalam pengembangan strategi pemberdayaan perempuan melalui pendidikan di era kontemporer.
Copyrights © 2026