Enhanced Recovery After Cesarean Section semakin banyak diterapkan untuk mengoptimalkan luaran pascaoperasi. Namun bukti yang ada masih terfragmentasi dan terbatas. Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ERACS terhadap pemulihan maternal pascaoperasi. Pencarian literatur dilakukan menggunakan PRISMA, PubMed dan Scopus untuk studi tahun 2020–2025. Kombinasi kata kunci menggunakan ERACS, persalinan sesar, dan luaran pemulihan maternal pascaoperasi seperti nyeri, analgesia, lama rawat inap, dan pemulihan fungsional. Sebanyak 45 artikel diidentifikasi, dan 12 studi memenuhi kriteria inklusi dan dimasukkan dalam sintesis kualitatif. Studi yang termasuk adalah uji coba terkontrol acak dan observasional yang mengevaluasi ERACS pada persalinan sesar. Luaran meliputi lama rawat inap, nyeri dan konsumsi opioid, kualitas pemulihan, serta pemulihan fungsional. Risiko bias dinilai dengan RoB 2 dan ROBINS-I, dan hasil disintesis secara kualitatif karena heterogenitas. Dua belas studi memenuhi kriteria. Dari hasil temuan 5 studi yang mengukur LOS, 4 di antaranya menyatakan ERACS secara konsisten dikaitkan dengan lama rawat inap lebih singkat tanpa peningkatan morbiditas maternal. Beberapa studi menunjukkan penurunan konsumsi opioid dengan kontrol nyeri yang setara atau lebih baik. Studi dengan instrumen tervalidasi seperti the ObsQoR-11T, QoR-35 scores (Quality of Recovery), dan Obstetric Quality of Recovery-10 melaporkan kualitas pemulihan yang lebih tinggi serta pemulihan fungsional yang lebih cepat.
Copyrights © 2026