Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang sering disertai gangguan fungsi kognitif, termasuk gangguan memori, atensi, fungsi eksekutif, dan pemecahan masalah. Terapi farmakologis berperan penting dalam penatalaksanaan skizofrenia, tetapi kombinasi obat yang berbeda dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap fungsi kognitif. Kombinasi risperidon-clozapin dan risperidon-lorazepam digunakan dalam praktik klinis, namun bukti komparatif langsung mengenai hubungannya dengan fungsi kognitif pada pasien Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan fungsi kognitif pasien skizofrenia yang mendapat terapi risperidon-clozapin dan risperidon-lorazepam di RSJ Mutiara Sukma. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Fungsi kognitif diukur satu kali selama periode penelitian menggunakan Montreal Cognitive Assessment–Indonesian version (MoCA-Ina). Sampel berjumlah 76 pasien skizofrenia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu risperidon-clozapin (RCP; n = 38) dan risperidon-lorazepam (RLZ; n = 38). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Kelompok RCP memiliki skor total MoCA-Ina lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok RLZ (21,74 ± 1,19 vs. 18,86 ± 1,18; beda rerata = 2,88; 95% CI = 2,31–3,45; p < 0,001). Perbedaan signifikan juga ditemukan pada domain visuospasial/eksekutif, atensi, bahasa, delayed recall, dan orientasi. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada domain penamaan dan abstraksi. Pasien skizofrenia yang mendapat terapi risperidon-clozapin menunjukkan fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan pasien yang mendapat terapi risperidon-lorazepam. Secara klinis, penggunaan lorazepam jangka panjang perlu dievaluasi secara hati-hati karena berpotensi menimbulkan efek sedatif dan gangguan kognitif. Keterbatasan penelitian ini adalah desain non-randomisasi, penggunaan purposive sampling, dan belum terkontrolnya seluruh faktor perancu klinis seperti durasi penyakit, keparahan gejala, dan kepatuhan berobat.
Copyrights © 2026