Artikel ini menganalisis dinamika hubungan dan perkembangan karakter dalam film “Brave” (2012) karya Brenda Chapman dan Mark Andrews, dengan fokus pada pengaruh kelekatan orangtua terhadap karakter anak. Menggunakan pendekatan psikologi John Bowlby dan Mary Ainsworth, penelitian ini menerapkan metode deskripsi kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari dialog film, serta dianalisis secara langsung untuk memastikan kevalidan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Merida dan ibunya, Ratu Elinor, mencerminkan dinamika kelekatan cemas/ambivalen, dengan konflik yang memicu Merida berusaha mengubah takdirnya. Proses rekonsiliasi antara mereka saat menghadapi kutukan yang mengubah Ratu Elinor menjadi beruang memperkuat ikatan emosional, memberikan wawasan baru tentang pengaruh kelekatan orangtua terhadap perkembangan karakter anak, dan menyoroti pentingnya komunikasi dalam pendidikan karakter dalam konteks film.
Copyrights © 2000